Followers

Wednesday, May 25, 2011

Mutiara Kata Dan Hadis

Mutiara kata dan Hadis di bawah berkisar Kebahagiaan, Kehidupan dan kekeluargaan memberi keinsafan dan pengajaran buat diri sendiri ..

Nasihat sepanjang Zaman

Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.

Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.

Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha’Nya)

Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.

Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.

Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.

Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.

Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.

Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.

Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.


** Rasulullah (saw) bersabda : Kebaikan yang paling cepat memperoleh ganjaran pahala ialah kebajikan dan silaturahim. Dan kejahatan yang paling cepat mendapat hukuman ialah kezaliman dan memutuskan hubungan kekeluargaan.

(Hadith Riyawat Ibnu Majah)


** Ali bin Abi Thalib r.a berkata: Bukanlah kebaikan itu dengan banyaknya harta dan anak, tetapi dengan banyaknya ilmu, besarnya kesabaran, mengungguli orang lain dalam ibadahnya, apabila berbuat kebaikan dia bersyukur, dan bila berbuat salah (dosa) dia beristighfar kepada Allah.

Keluarga Bahagia..

Bahagiakanlah keluarga kita sebelum membahagiakan orang lain.

Kesolehan keluarga menjadi penentu bagi tegaknya sesuatu bangsa yang aman, makmur dan sejahtera.

Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia.

Ciri orang yang mencintai keluarganya adalah dia selalu bersabar dalam mendidik akhlak dan keimanan keluarganya.

Seorang yang bekerja keras untuk menunaikan tanggung jawab kepada keluarganya adalah bukti kasihnya kepada keluarganya.

Tingginya darjat suami ditentukan oleh perjuangannya menjadi pemimpin rumah tangga, sehingga dituntut menjadi teladan yang baik bagi keluarga yang dipimpinnya.

Sesungguhnya keluarga itu tempatnya yang aman dan selesa dalam berkongsi suka dan duka.

Kasih sayang yang terjalin diantara anak dan ibubapa mampu melahirkan sikap jujur dan terbuka.

Kekuatan cinta yang tulus mampu menggerakkan lisan untuk senantiasa berterima kasih kepada pasangan, anak ataupun ibubapanya.

Mencintai keluarga adalah amanah bagi setiap manusia.

Pecinta keluarga tidak akan membiarkan dalam rumahnya berlaku keburukan dan kemaksiatan.

Anak-anak lebih memerlukan contoh dan keteladanan dari kedua ibu-bapa mereka daripada celaan dan kekerasan.

Kehidupan kita akan berubah apabila dimulai dengan perubahan diri, keluarga dan persekitaran.

Mahkota orang tua adalah anak cucunya dan kehormatan anak-anak adalah kerana nenek moyang mereka.

Apabila setiap ahli keluarga saling mencintai, menyayangi, dan saling mengalah, nescaya seluruh masyarakat akan menjadi baik, aman dan damai.

Keharmonian keluarga terletak pada sikap tanggungjawab dan terbangunnya komunikasi yang sihat diantara ahli keluarga.

Komunikasi dalam keluarga akan senantiasa terpelihara selama komunikasi dengan Allah pun tetap terjaga.

Keluarga yang dekat dengan Allah akan menjadi keluarga yang layak ditolong olehNya dalam setiap urusannya.

Rasul saw bersabda, paling dekat dengan ku kedudukannya kelak pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya.

Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia adalah seumpama seorang mujahid dijalan Allah.

Warisan termahal dan terbaik dari diri kita untuk keluarga, keturunan, dan masyarakat adalah keindahan akhlak kita.

Allah mencintai orang-orang yang selalu berjuang memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat.

Cintailah suami atau isteri kita dengan memuliakan ibubapa dan keluarganya.

Bagaimana kita bersikap kepada anak-anak kita, begitu pulalah mereka akan bersikap kepada kita. Maka berikan sikap yang terbaik kepada mereka

Jika Allah cinta kepada sebuah keluarga, maka salah satu cirinya ialah keluarga itu dibukakan hati untuk ilmu agama.

Kebahagiaan sesuatu keluarga bukanlah diukur dari segi mata-benda, tapi sejauh mana keta’atan keluarga kepada Allah.

Ibadah seorang ibu adalah modal bagi lahirnya anak-anak yang soleh yang akan menjadi benteng bagi ibubapanya kelak di akhirat.


* Allah mencintai orang-orang yang selalu berjuang memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat.


Peliharalah ukhuwah Islamiah yang berlandaskan akidah tauhid yang benar dan kukuh . Pertikaian, persengketaan, dan permusuhan antara umat Islam akan melenyapkan kekuatan dan kewibawaan kita serta mengakibatkan kegagalan.


* Kepuasan hidup itu bukan terletak pada apa yang kita perolehi tetapi kepuasan itu adalah ketika kita mampu memberi kepada orang lain.

Rasul saw bersabda, paling dekat dengan ku kedudukannya kelak pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya.

Setitik airmata ibu yang tumpah dari perbuatanmu samalah pedihnya seperti sebutir peluru yang menembusi dadamu..


Hasil Rujukan dan banyak menarik di sini :
http://permatakata.wordpress.com
http://tazkirah.wordpress.com

Monday, May 9, 2011

12 Wajah di Padang Mahsyar

Pada Hari Kiamat, umat Islam dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan dengan membawa amalan mereka sendiri.. Maka telah dinyatakan oleh Rasulullah saw keadaan di Padang Mahsyar nanti, lalu digambarkan 12 barisan berkenaan iaitu :-

1. Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan tidak berkaki.

Keadaan ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah SWT : " Mereka itu adalah orang-orang yang ketika hidupnya menyakiti hati jiran, maka ini balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

2. Diiringi dari kubur dalam keadaan berbentuk babi hutan.

Datanglah suara dari sisi Allah yang berfirman : " Mereka itu adalah orang yang ketika hidupnya meringankan solat, maka inilah balasannya, dan tempat kembalinya adalah neraka.."

3. Mereka datang dalam bentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

Allah swt menjelaskan : " Mereka ini adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

4. Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti pancutan, keluar daripada mulut mereka.

Allah swt menegaskan : " Mereka ini adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya, dan tempat mereka adalah neraka.."

5. Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bau bangkai. Ketika itu Allah swt menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar.

Allah swt menegaskan. " Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui manusia, tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah swt, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

6. Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus daripada badan.

Allah swt berfirman: " Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya, dan tempat kembal mereka adalah neraka.."

7. Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah.

Allah menegaskan : " Mereka itu adalah orang yang enggan memeberi kesaksian dia atas kebenaran, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."

8. Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

Allah swt berfirman : " Mereka adalah orang yang berzina, maka inilah balasannya, dan tempat
kembali mereka adalah neraka.."

9. Diiringi dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru, sementara dalam diri mereka penuh dengan api yang bernyala.

Allah swt menyatakan : "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

10. Diiringi dari kubur dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta.

Allah swt berfirman : " Mereka adalah orang yang derhaka kepada kedua-ibubapanya, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

11. Diiringi dari kubur dengan berkeadaan buta, gigi memanjang sepeti tanduk lembu jantan, bibir melebar sampai ke dada dan lidah terjulur memanjang sampai ke perut dan keluar berbagai-bagai kotoran.

Allah swt menegaskan : " Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

12. Diiringi dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat sperti kilat.

Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih menegaskan : " Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak melakukan kebaikan. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara soalat lima waktu, ketika meninggal dunia mereka sempat bertaubat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.."


Rujukan : Majalah ANIS (Februari 2011)

Friday, April 15, 2011

Bersederhana Dalam Membenci

Apakah garis panduan cinta dan benci yang mesti kita turuti sebagai seorang muslim?

Islam melarang kita melampau dalam mencintai dan membenci sehingga membutakan mata kita daripada melihat kebenaran..

Apabila kebencian seseorang melampaui batas, hatinya akan dipenuhi pelbagai sangkaan buruk setiap kali melihat orang yang dibenci itu melakukan atau mengucapkan sesuatu. Mereka ini sukar percaya bahawa ia mampu berbuat baik, bahkan mampu berniat baik!

Bagi orang yang berlebihan dalam membenci ini, sanggup membuka aib dan keburukan seseorang yang lain hanya untuk menutup mata semua orang daripada melihat kebaikan orang yang dibenci nya itu..

Bagi orang yang mempunyai sifat benci yang melampaui ini akan merosakkan diri sendiri.
Oleh sebab itu, al-Hassan al-Basri berkata: " Bersederhanalah dalam mencintai, dan tidak melampaui dalam membenci. Sungguh ramai orang yang binasa kerana berlebihan dalam mencintai. Dan sungguh ramai orang yang binasa kerana berlebihan dalam membenci.
(riwayat al-Baihaqi)

Sayidina Ali bin Abi Talib pernah berkata: "Cintailah kekasihmu sekadarnya sahaja, siapa tahu ia akan menjadi musuhmu suatu hari nanti. Dan bencilah musuhmu sekadarnya sahaja, siapa tahu ia akan menjadi kekasihmu suatu hari nanti."

Bagaimana menjadi seorang yang bersederhana dalam menciantai dan membenci ?

Kita boleh mulai dengan memikirkan kembali sebab kebencian yang kita rasakan terhadap seseorang. Adakah kita membenci kerana ikut-ikutan, membenci tanpa sebab (tidak tahu puncanya) atau kerana ucapan atau perbuatan seseorang itu yang pernah melukai perasaan kita..?

Sekiranya kita "membenci tanpa sebab", ini tentu sahaja sangat jauh daripada keadilan. Ini kerana, dia membenci setiap kali melihat atau mendengar nama orang yang dibencinya, tanpa melihat samada orang itu membuat kebaikan atau sebaliknya. Orang seperti sebenarnya sedang menderita sakit jiwa.

Bagi yang membenci kerana ikut-ikutan, biasanya terjadi dalam kes kebencian bermotifkan politik dan membabitkan orang awam. Sikap ini bukan sikap islamik dan bukan ciri seorang muslim, ia mesti dijauhi..

Kebencian kepada orang yang pernah mengeluarkan ucapan atau kata-kata yang melukai perasaan atau perbuatan yang menyakiti hati kita juga harus disingkirkan.. Perkara yang remeh berubah menjadi konflik yang berpanjangan kerana ego kita. Kita enggan mengalah dan bertolak ansur, padahal sikap ini sangat digalakkan oleh agama kita.

Sedangakan di dalam sebuah hadis ada mengatakan, orang yang lebih dahulu bertolak ansur dalam persengketaan adalah petanda kebenaran sebenarnya berada dipihaknya..

Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: " Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih daripada tiga hari. Kedua-duanya berjumpa, namun saling berpaling daripada satu sama lain. Orang terbaik antara keduanya adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim daripada Abu Ayyub)

Ya Allah, kami meminta agar dapat menjaga keadilan dalam cinta dan benci. Dan jagalah mata hati kami daripada dibutakan oleh kedua-duanya. Benar, buta mata hati adalah seburuk-buruk musibah yang engkau timpakan kepada hambaMu di muka bumi ini. Amin YaRabbal Alamin..


Rujukan : Majalah solusi Isu No. 29

Monday, April 4, 2011

Kenapa kita perlu bersifat Qana'ah, bukan Tamak ?

Allah swt sangat tidak menyukai manusia yang melampaui batas. Lantaran itu, sebagai umat Islam kita perlu berusaha memuuk sifat Qana'ah. Iaitu menerima dengan rela apa yang telah ditentukan oleh Allah untuk kita. Sifat ini perlu dipupuk dalam diri supaya sifat tamak tidak akan menguasai diri.

Sebab sifat Qana'ah perlu ada dalam diri

1. Supaya umat Islam tergolong dalam golongan orang-orang yang berjaya dan cukup rezekinya.

2. Supaya umat Islam sentiasa bersemangat untuk mencari rezeki yang halal tanpa rasa ragu dengan kemampuan yang dimiliki.

3. Sifat Qana'ah dapat mendidik diri supaya sentiasa bersyukur kepada nikmat Allah.

4. Supaya dapat mengikis sifat tamak dan haloba dalam usaha mencari dan memiliki harta serta pemberian Allah yang lainnya.

5. Menerbitkan sifat tawakal kepada Allah dalam setiap usaha dan tindakan.


Rasululllah saw juga sangat menegah umatnya daripada bersifat dengki dan iri hati sehingga sanggup menghalang rezeki orang lain.

Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : "Jauhi sifat dengki kerana dengki itu memakan segala amalan kebajikan seperti api yang memakan kayu bakar."

Sifat dengki dan iri hati adalah suatu sifat yang sangat berbahaya. Ia boleh menghapuskan segala amalan kebaikan seseorang itu dan menyebabkan permusuhan di antara satu sama lain. Ia perlu dielakkan daripada hidup subur dalam diri manusia. Hidup akan lebih tenteram dan aman tanpanya.

Bagi manusia yang teguh imannya dan bersifat qana'ah, mereka akan turut gembira apabila orang lain menerima kebaikan dan diberi kurniaan. Mereka akan bersangka baik dan dalam masa yang sama akan terus berusaha, berdoa dan bertawakal untuk mendapat yang terbaik daripada limpah rahmatNya..

Thursday, March 10, 2011

Berdoa Senjata Mukmin

Doa ialah senjata orang Islam yang paling berkesan. Doa juga adalah ibadah.Orang yang berdoa akan mendapat ganjaran pahala daripada Allah swt. Walaubagaimana pun, seseorang itu tidak boleh bergantung kepada doa semata-mata, tetapi haruslah berusaha dengan gigih. Tanpa usaha, doa yang dipohon tidak mungkin akan dimakbulkan.

Allah swt berfirman yang bermaksud : "Dan Tuhan kami berfirman: 'Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang yang sombong takbur daripada beribadat kepadaKu, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina." (surah al-Mukminun 40:60)

Harus juga diingat bahawa terdapat beberapa golongan yang terhijab doa mereka. Golongan ini terdiri daripada mereka yang menderhakai ibu-bapa, suka menaburkan fitnah, orang mempunyai perasaan hasad dengki sesama umat Islam, suka memecahbelahkan sesama umat Ilam, gemar mengumpat, riak, minum arak, terlibat dengan riba dan orang yang memebenci para sahabat Rasulullah saw.

Waktu-waktu mustajab berdoa

1. Ketika hujan

2. Ketika hendak memulakan solat dan selepas solat

3. Ketika menghadapi musuh dalam peperangan. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud:" Berdoalah saat doa itu diperkenankan Allah : Pada saat bertemu tentera-tentera (berperang), ketika hendak mendirikan solat dan ketika turunnya hujan." (Hadis mursal yang diriwayatkan oleh Imam al-Nawawi dalam Al-Azkar)

4. Waktu antara azan dan Iqamah. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : " Tidak ditolak doa yang dimohonkan di antara azan dan iqamah."(Riwayat al-Tirmizi)

5. Ketika iktidal yang akhir dalam solat.

6. Ketika sujud dalam solat.

7. Ketika khatam al-Quran (30Juzuk)

8. Sepanjang malam, terutamanya di sepertiga malam yang akhir dan pada waktu sahur.

9. Sepanjang hari Jumaat.

10 Kerana mengharapkan bertemu dengan 'ijabah' iaitu saat diperkenankan doa. Yakni antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumaat.

11. Antara waktu Zuhur dan Asar dan antara Asar dan Maghrib.

Sewaktu berdoa juga, perhatikan beberapa adab seperti berikut. Semoga doa yang dipanjatkan akan dimakbulkan allah swt..InsyaAllah.

1. Apabila seseorang itu hendak berdoa kepada Allah, hendaklah dia melakukannya dengan sebaik-baik dan bersungguh-sungguh.

2. Pada waktu yang baik dan mulia seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumaat, sepertiga malam yang akhir dan pada waktu sahur.

3. Menghadap kiblat.

4. Merendahkan suara antara kedengaran atau tidak

5. Cukup dengan kata-kata yang sederhana, sopan dan tepat mengenai hajat yang dipohon. Amat baik jika doa yang dipilih ialah doa yang diamalkan oleh Rasulullah saw.

6. Dalam keadaan khusyuk dan tawaduk kepada Allah swt

7. Yakin dengan sepenuhnya bahawa Allah swt akan memperkenankan doa dan tidak gelisah jika doa tidak diperkenankan.

8. Bertaubat sebelum berdoa

9. Menyebut dan memuji Allah swt.



Tuesday, February 15, 2011

Tanda-Tanda Mencintai Nabi


Sempena sambutan Maulidur Rasul, saya ingin berkongsi satu panduan yang berguna yang di petik daripada sebuah buku yang bertajuk Kewajipan Mencintai Nabi.

Di antara orang yang benar-benar mengasihi Nabi saw ialah orang yang lahir pada dirinya tanda-tanda berikut :-

1. Mengikut agama Nabinya, mengamalkan Sunnahnya, menurut perkataan dan perbuatannya dalam segala keadaan, melaksanakan suruhannya dan menjauhi larangannya. Dia juga mengamalkan adab-adab kehidupan Rasulullah dalam segala keadaan, samada ketika susah atau pun senang, ketika gembira ataupun sedih.

Allah Taala telah menegaskan di dalam firmanNya, Katakanlah (wahai Muhammad), " Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutlah Daku, nescaya Allah mengasihi kamu."

Rasulullah saw bersabda, " Wahai anakku ! Yang demikian itu, adalah sunnahku. Sesiapa yang menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya dia telah mengasihiku dan sesiapa yang mengasihiku, maka dia akan bersamaku di dalam syurga."

2. Di antara tandanya lagi ialah banyak menyebut dan mengingati Rasulullah saw kerana sesiapa yang mengasihi sesuatu, dia akan banyak menyebut dan mengingatinya.

3. Orang yang mengasihi Nabi saw akan berasa rindu untuk bertemu dengan Baginda untuk melihat zatnya di alam yang kekal abadi kelak, kerana setiap kekasih sudah pasti berasa seronok dan gembira untuk bersua dengan kekasihnya.

4. Selain daripada sering mengingati Baginda saw, orang yang mengasihi Baginda juga sering membesarkan zat dan suruhannya serta memuliakannya ketika menyebut namanya. Malah, dia juga melahirkan rasa rendah dan hina diri ketika mendengar nama baginda saw.

5. Mengasihi orang yang dikasihi oleh Nabi saw, iaitu nasab keturunannya dari kalangan ahli baitnya dan sahabat-sahabatnya, memusuhi orang yang memusuhi mereka dan membenci orang yang membenci mereka dan keturunan mereka, kerana sesiapa yang mengasihi seseorang, maka ia akan mengasihi orang yang dikasihi oleh kekasihnya.

Sabda Rasulullah saw tentang kedua-dua orang cucunya : " Sesiapa yang mengasihi mereka berdua, maka ia telah mengasihi aku, dan sesiapa yang membenci mereka berdua, maka ia membenci aku, sesiapa yang membenciku, maka ia membenci Allah."

6. Membenci apa yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya, memusuhi orang yang dimusuhinya, menjauhi orang yang menyalahi sunnahnya dan yang melakukan perkara bid'ah di dalam agamanya serta memandang berat setiap perkara yang bercanggah dengan syariatnya.

7. Mengasihi al-Quran yang diutuskan kepada Rasulullah saw dan dengannya manusia mendapat petunjuk. Baginda saw pula mengikut petunjuk al-Quran dan berakhlak dengannya, sehingga Aisyah ra berkata yang bermaksud, " Akhlak Baginda saw adalah al-Quran."

Tanda kasih terhadap al-Quran ialah dengan membacanya, beramal dengannya, memahaminya, menjunjung suruhan dan meninggalkan larangannya.

8. Tanda kasih terhadap nabi saw juga ialah berasa kasih dan belas terhadap umatnya, dengan memberi nasihat kepada mereka, berusaha untuk kebaikan mereka, dan menghapuskan kemudharatan daripada mereka sebagaimana Rasulullah saw yang begitu kasih dan sayang terhadap orang mukmin.

9. Di antara tanda kesempurnaan kasih terhadap Nabi saw ialah ZUHUD (sedikit keinginan atau bersederhana) terhadap dunia dan mendahulukan kefaqiran daripada kekayaan dan bersifat dengannya.
Seorang lelaki yang telah berkata kepadanya, "Demi Allah aku amat kasih terhadapmu" :
Rasulullah saw telah menjawab kata-kata lelaki itu " Sekiranya engkau benar-benar mengasihiku, maka bersedialah untuk hidup sebagai orang faqir kerana kefaqiran lebih cepat datang kepada orang yang mengasihiku daripada air yang deras sampai ke penghujungnya."




Thursday, January 27, 2011

20 Amalan Untuk Murah Rezeki

Amalan-amalan ini menjadi sebab Allah limpahi hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan rasa kaya dengan pemberian-Nya. Berdasarkan konsep rezeki yang telah diperkatakan, Allah memberi jalan buat setiap hamba-Nya untuk memperolehi rezeki dalam pelbagai bentuk yang boleh menjadi punca kebaikan dunia dan akhirat. Di antaranya:

1. Menyempatkan diri beribadah
Allah tidak sia-siakan pengabdian diri hamba-Nya, seperti firman-Nya dalam hadis qudsi:

“Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)

2. Memperbanyak istighfar
Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di depan Allah, yang menjadi sebab Allah jatuh kasih dan kasihan pada hamba-Nya lalu Dia berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba. Sabda Nabi s.a.w.:

“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.)

3. Tinggalkan perbuatan dosa
Istighfar tidak laku di sisi Allah jika masih buat dosa. Dosa bukan saja membuat hati resah malah menutup pintu rezeki. Sabda Nabi s.a.w.:

“… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki kerana dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-Tirmizi)

4. Sentiasa ingat Allah
Banyak ingat Allah buatkan hati tenang dan kehidupan terasa lapang. Ini rezeki yang hanya Allah beri kepada orang beriman. Firman-Nya:

“(iaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)

5. Berbakti dan mendoakan ibu bapa
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah s.a.w. berpesan agar siapa yang ingin panjang umur dan ditambahi rezekinya, hendaklah berbakti kepada ibu bapanya dan menyambung tali kekeluargaan. Baginda s.a.w. juga bersabda:

“Siapa berbakti kepada ibu bapanya maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (Riwayat Abu Ya’ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim)

Mendoakan ibu bapa juga menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda Nabi s.a.w.:

“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya nescaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya.” (Riwayat al-Hakim dan ad-Dailami)

6. Berbuat baik dan menolong orang yang lemah
Berbuat baik kepada orang yang lemah ini termvasuklah menggembirakan dan meraikan orang tua, orang sakit, anak yatim dan fakir miskin, juga isteri dan anak-anak yang masih kecil. Sabda Nabi s.a.w.:

“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Tunaikan hajat orang lain
Menunaikan hajat orang menjadi sebab Allah lapangkan rezeki dalam bentuk tertunainya hajat sendiri, seperti sabda Nabi s.a.w.:

“Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya” (Riwayat Muslim)

8. Banyak berselawat
Ada hadis yang menganjurkan berselawat jika hajat atau cita-cita tidak tertunai kerana selawat itu dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan, dan kesukaran serta meluaskan rezeki dan menyebabkan terlaksananya semua hajat. Wallahu a’lam.

9. Buat banyak kebajikan
Ibnu Abbas berkata:

“Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Manakala kejahatan pula boleh menggelapkan rupa, menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki dan makhluk lain mengutuknya.”

10. Berpagi-pagi
Menurut Rasulullah s.a.w., berpagi-pagi (memulakan aktiviti harian sebaik-baik selesai solat Subuh berjemaah) adalah amalan yang berkat.

11. Menjalin silaturrahim
Nabi s.a.w. bersabda:

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (Riwayat Bukhari)

12. Melazimi kekal berwuduk
Seorang Arab desa menemui Rasulullah s.a.w. dan meminta pedoman mengenai beberapa perkara termasuk mahu dimurahkan rezeki oleh Allah. Baginda s.a.w. bersabda:

“Sentiasalah berada dalam keadaan bersih (dari hadas) nescaya Allah akan memurahkan rezeki.” (Diriwayatkan daripada Sayidina Khalid al-Walid)

13. Bersedekah
Sedekah mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah buka pintu rezeki. Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-Awwam:

“Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, nescaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan baginya.” (Riwayat ad-Daruquthni dari Anas r.a.)

14. Melazimi solat malam (tahajud)
Ada keterangan bahawa amalan solat tahajjud memudahkan memperoleh rezeki, menjadi sebab seseorang itu dipercayai dan dihormati orang dan doanya dimakbulkan Allah.

15. Melazimi solat Dhuha
Amalan solat Dhuha yang dibuat waktu orang sedang sibuk dengan urusan dunia (aktiviti harian), juga mempunyai rahsia tersendiri. Firman Allah dalam hadis qudsi:

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

16. Bersyukur kepada Allah
Syukur ertinya mengakui segala pemberian dan nikmat dari Allah. Lawannya adalah kufur nikmat. Allah berfirman:

“Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur, nescaya Aku tambahi nikmat-Ku kepadamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku amat keras.” (Ibrahim: 7) Firman-Nya lagi: “dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran: 145)

17. Mengamalkan zikir dan bacaan ayat Quran tertentu
Zikir dari ayat-ayat al-Quran atau asma’ul husna selain menenangkan, menjernihkan dan melunakkan hati, ia mengandungi fadilat khusus untuk keluasan ilmu, terbukanya pintu hidayah, dimudahkan faham agama, diberi kemanisan iman dan dilapangkan rezeki.

Misalnya, dua ayat terakhir surah at-Taubah (ayat 128-129) jika dibaca secara konsisten tujuh kali setiap kali lepas solat, dikatakan boleh menjadi sebab Allah lapangkan kehidupan dan murahkan rezeki.

Salah satu nama Allah, al-Fattah (Maha Membukakan) dikatakan dapat menjadi sebab dibukakan pintu rezeki jika diwiridkan selalu; misalnya dibaca “Ya Allah ya Fattah” berulang-ulang, diiringi doa: “Ya Allah, bukalah hati kami untuk mengenali-Mu, bukalah pintu rahmat dan keampunan-Mu, ya Fattah ya ‘Alim.” Ada juga hadis menyebut, siapa amalkan baca surah al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kepapaan. Wallahu a’am.

18. Berdoa
Berdoa menjadikan seorang hamba dekat dengan Allah, penuh bergantung dan mengharap pada rahmat dan pemberian dari-Nya. Dalam al-Quran, Allah suruh kita meminta kepada-Nya, nescaya Dia akan perkenankan.

19. Berikhtiar
Siapa berusaha, dia akan dapat. Ini sunnatullah. Dalam satu hadis sahih dikatakan bahawa Allah berikan dunia kepada orang yang dicintai-Nya dan yang tidak dicintai-Nya, tapi agama hanya Allah beri kepada orang yang dicintai-Nya saja. (Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

20. Bertawakal
Dengan tawakal, seseorang itu akan direzekikan rasa kaya dengan Allah. Firman-Nya:

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan (keperluannya).” (At-Thalaq: 3)